Kaos Asmat

Kaos Asmat adalah Kaos Kota Khas Papua bergambar dan atau bertulisan tentang suku Asmat, suku terbesar dan terkenal di Papua Indonesia. Stailisasi gambar sosok, adat istiadat, seni, budaya, dan alam lingkungan Asmat menjadi tema inti ornamen Kaos Khas Asmat.

kk-papua-1Kaos Asmat berbahan Cotton Combed, yakni katun berbahan serat kapas alami, berserat benang halus, rajutan tipis rapi rata, sehingga saat digunakan terasa lembut, adem di badan, serta optimal menyerap keringat.

Sablon ornamen Kaos Asmat menggunakan bahan-bahan sablon berkualitas, seperti Rubber / karet, sehingga keunikan gambar tentang suku Asmat di kaos kota  (city tees) Jayapura Papua ini bisa awet / bertahan lama.

Kaos Asmat tersedia size / ukuran S / kecil, M / sedang, L / besar, XL / extra besar. Tersedia juga ukuran Big Size: 3L, 4L,5L, & 6L. Pilihlah ukuran Kaos Asmat yang sesuai dengan ukuran badan agar kaos nyaman saat dikenakan.

ASMAT CULTURE

Selain karena alasan estetis & artistik, kehadiran Kaos Asmat bertujuan ikut serta mengenalkan adat istiadat, seni, budaya, dan alam lingkungan suku Asmat, sehingga eksistensinya selalu terjaga sebagai bagian dari suku bangsa Indonesia.

Asmat adalah nama salah satu suku dari banyak suku yang ada di Papua, sebelumnya bernama Irian Jaya, Indonesia. Daerah kebudayaan suku Asmat berada di pegunungan di bagian selatan Papua.

Suku Asmat terdiri dari Asmat Hilir dan Asmat Hulu. Asmat Hilir bertempat tinggal di dataran rendah yang luas sepanjang pantai yang tertutup hutan rimbun, rawa dan sagu. Suku Asmat Hulu bertempat tinggal di daerah berbukit-bukit dengan padang rumput yang luas. Suku Asmat menggunakan bahasa lokal yaitu bahasa Asmat.

Suku Asmat memiliki adat istiadat, sistem sosial ekonomi, seni, budaya (culture) khas, yang pastinya berbeda dengan yang dimiliki oleh suku bangsa lainnya. Rumah Adat Jew, Koteka, Esse, Ukiran Kayu & Patung, Tari Tobe / Perang, Tifa, Gembes, Senjata Busur & Panah, Sagu & Ulat Sagu adalah beberapa ciri khas berkarakter unik representatif Suku Asmat.

Ukiran kayu & patung menjadi ikon seni budaya (art & culuture) paling populer suku Asmat. Walaupun ukirannya tidak terpola dengan jelas, tapi setiap ukiran menggambarkan kebesaran suku Asmat dan penghargaan kepada nenek moyang mereka. Kasat mata, ornamen ukiran karya tangan suku Asmat sering berbentuk perisai (Gembes), manusia, atau perahu.

Tifa tidak kalah populer. Tifa adalah alat musik tradisional suku Asmat berentuk bulat memanjang mirip gendang. Di permukaan Tifa terdapat ukiran, menggambarkan lambang yang diambil dari patung Bis yang dianggap sakral oleh suku Asmat. Tifa biasa dimainkan untuk mengiringi tari tradisional suku Asmat, yakni Tari Tobe atau Tari Perang.

Tari Tobe sering dimainkan saat ada upacara adat. Tari Perang ini dimainkan oleh 16 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. Gerakan melompat lincah, diiringi irama Tifa berlantunkan lagu-lagu mengentak, memacu prensentasi Tari Tobe berlangsung penuh semangat. Misi Tari Tobe memang untuk mengobarkan semangat daya juang para prajurit saat pergi ke medan perang.

Oke, semoga bermanfaat. Ayo gunakan kaos kota, cintai kota kita.

bahan-stempel-com-450

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Outlet KaosKota.com Jl. Dr Wahidin No.50 Rembang Jateng Indonesia, SMS / WA: 081328911155

bikin-stempel-com-450

css.php

Copyright © 2015 - 2017 KaosKota.com All Rights Reserved.
Jakarta - Indonesia

Master Toko Online e-Commerce

X